Mengenai Saya

I'm cheerful, I don't like somebody else pushes me to do something that I don't like. somebody else who force their desire to me. come on everyone was created as unique human and different each other. Make beautiful diversity.

Minggu, 23 November 2014

Puzzle




Kita adalah satu, yang terbagi
Kita adalah potongan - potongan puzzle yang ditakdirkan Tuhan
dimana kita dipertemukan, dipersatukan, dan dipisahkan
Terpisah ruang, jarak dan waktu
Apakah kamu tahu? sesungguhnya aku benci kita menjadi seperti puzzle. Karena kita mudah terlepas, 

teruntuk Teman-teman yang saya rindukan


Jika hari makin terasa berat
Maka tutuplah mata
Rasakan hembusan nafasmu
Gerakan angin yang meniup dan melewatimu
Adakah hal yang lebih penting 
daripada Kenyaman dan ketentraman hati?

Jumat, 11 Juli 2014

Hanya Satu Keinginanku

Tiba-tiba aku mengingat keinginan masa kecilku
Mungkin ini tidak terlepas dari sifatku yang memang perasa
Keinginanku hanya satu
Melihat orang lain tersenyum karenaku
Karena hadir dan adanya diriku
Mungkin celotehanku terdengar bodoh atau tak ada lucunya sama sekali
Atau tingkah laku maupun sikap ku yang terkadang terkesan memalukan
Tapi, aku tetap melakukannya 
Aku tetap berceloteh tetap bersikap seperti itu
Aku membiarkan orang lain menganggap diri ini terlihat bodoh
Bagiku itu tidak mengapa selama aku melihat senyummu karena ku

Tetapi aku akan lebih kecewa lagi, sangat kecewa
Apabila segala usahaku untuk membahagiakan orang-orang di sekitarku
Usaha untuk membuat guratan senyum di wajah mereka
Ternyata justru mengecewakan mereka
Maka sesungguhnya jika kalian tahu, aku jauh lebih kecewa daripada kalian
Aku kecewa karena aku tak dapat membuat guratan senyum di wajah kalian
Aku malah membuat bulan sabit terbalik di wajah kalian
Dan dengan kecewanya kalian padaku, berarti aku telah berbuat dzalim kepada kalian

Aku hanya ingin melihat orang-orang di sekitarku tersenyum karena aku
Jika itu salah, aku minta maaf

Selasa, 20 Mei 2014

Oh Hati

Kau bilang lelah menanti
tapi,
Tak Pernah kau pergi

Kau bilang Rindu
tapi,
Tak pernah kau beranjak untuk bertemu

Kau bilang kau mengerti
tapi,
kau mengeluh tiap hari

Kau bilang berani
tapi,
Jiwa pengecutmu tak pernah mati

oh Hati
yang tak pernah (di)peduli

HIDUP



Aku hidup untuk masa ini
Aku hidup untuk masa depan
Aku tidak hidup untuk masa lalu

Masa Lalu hanya kenangan
yang kupetik pelajaran
Masa Depan yang penuh harapan
yang selalu kuimpikan
dan Masa Ini adalah akumulasi masa lalu
dan sebab masa depan


Selasa, 06 Mei 2014

Selalu Ada Tempat Terindah Untukmu, Yah


Ayah,
Meski surga tak berada di bawah kakimu
Meski Nabi hanya menyebutmu satu kali pada akhir hadistnya
Meski tiada hari Ayah khusus untukmu
Aku akan selalu menyayangimu

Tanpamu Aku tak akan pernah ada
Tanpamu aku tak akan bertahan hidup di dunia ini
Tanpamu aku tak dapat belajar dengan tenang
Dan tanpamu Aku tak dapat seperti sekarang ini

Dihadapanku kau selalu tersenyum
Kau sembunyikan lelahmu meski wajahmu jelas menampakkannya
Kau sembunyikan rindumu yang besar padaku
Padahal semua yang kau lakukan padaku adalah suatu hasil kerinduan
Kau tak berani mengutarakan masalah yang kau hadapi 
karena takut dapat mengganggu belajarku
Meski aku tahu hatimu sakit karena itu
Kau tetap menunjukkan wajah tenang 
Padahal aku tahu kamu sangat khawatir terhadapku

Ayah
Semoga Allah memberikan kita waktu lebih banyak untuk bersama
Berjalan-jalan seperti dulu
Berbicara tentang banyak hal tentang cita-citaku , masa depanku
Bermain bersama di pematang sawah
Dimana kau menunjukkan padaku bahwa hidup itu adalah perjuangan sejak aku masih kanak-kanak dahulu




Harapan Itu Selalu Ada



                Saat aku merasa lelah dengan segala kehidupan dunia ini hingga ingin sekali rasanya waktu untuk berhenti meski hanya satu detik, Allah memberikan semangat dan motivasi baru untukku melalui anak – anak di pengasuhan Al- Ikhtiar(semoga benar). Dengan segala keterbatasan yang mereka miliki mereka tak banyak mengeluh mereka tetap terus semangat berjuang untuk berprestasi. Saat masih duduk di bangku SMA kelas 2 sudah hafal 6 Juz, masih SMP sudah mewakili DIY dalam debat bahasa inggris tingkat nasional, dan masih SD pun udah jalan-jelan ke Hongkong dan sebentar lagi ke Qatar sambil main sulap.
                Oh betapa aku tak mensyukuri apa yang Allah telah berikan untukku. Alhamdulilah aku masih memiliki ayah dan ibu yang menyayangiku, rezeki harta dunia yang cukup, tapi aku belum bisa membanggakan orang tuaku seperti anak-anak itu. Padahal, kehidupan secara duniawi lebih baik daripada mereka. Meski mereka seorang anak yatim atau piatu, mereka berusaha untuk tetap semangat menuntut ilmu. Bahkan sudah ada yang memiliki cita-cita yang sangat mulia dan nyata. Anak ini sebut saja namanya “Y” , dahulu ketikamasih duduk di bangku SMP dia merupakan salah  siswa dengan nilai UN terbaik di DIY. Jika saja dia mau, dia bisa masuk ke sekolah favorit yang ada di kota istimewa ini, akan tetapi karena niat tulusnya untuk memberikan hadiah terindah kepada almarhumah ibunya, dia bertekad menjadi seorang hafiz. Oleh karena itu, ia memilih sekolah yang biasa agar tidak mengganggu konsentrasinya dalam menghafal Al-Qur’an.

                Dan ketika ibu pengasuh memimpin kami berdoa bersama, sungguh aku tak kuasa menahan air mata. Aku seorang hamba yang bukan siapa-siapa, berlumuran dosa, tak lebih baik daripada mereka, tetapi justru sangat dihormati mereka dan didoakan. Sungguh merasa tak pantas aku mendapatkan doa mereka. Semoga Allah selalu memeluk mimpi-mimpi mereka dan mimpiku.

Rabu, 30 April 2014

Aku Tak Menegerti xxxx ....


Satu hal yang tidak aku mengerti adalah hati. Hati yang bahagia, hati menangis, hati tersenyum ataupun hati yang meringis merintih. Aku tak mengerti semua itu. Bahkan, aku tak mengerti apa yang hatiku rasakan padamu.
Hati ini lembut, selembut belaian kasih sayang ibu
Jiwa ini rapuh serapuh daun-daun kering berguguran
Raga ini lemah selemah diriku saat harus berhadapan denganmu

Jika bunga hati ini belumlah untukmu sekarang saat kuncupnya mulai menampak, maka mekarnyalah yang akan kau petik nantinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan cara yang paling dicintai-Nya dan kuharapkan.

Biarkanlah embun pagi membasahi kuncup-kuncup itu, membulatkan butiran - butiran tetes air subuh. Bersuara jernih  layaknya hembusan angin pagi tak bergemuruh, Perlahan tumbuh memekarkan kuncup yang kini mulai sedikit merekah