Mengenai Saya

I'm cheerful, I don't like somebody else pushes me to do something that I don't like. somebody else who force their desire to me. come on everyone was created as unique human and different each other. Make beautiful diversity.

Rabu, 16 Desember 2015

Terima Kasih

Tidak ada banyak kata yang bisa kuucapkan selain dua kata, " Terima Kasih". Iya, terima kasih atas segalanya.  Terima kasih karena masih bersikap baik padaku. Terima kasih telah kembali tersenyum. Terima kasih karena kamu masih menerimaku dan menganggapku sebagai temanmu. Teman, teman yang telah lama tak berjumpa, teman yang kian hari semakin berjarak, berjarak, berjarak hingga tak terlihat. Iya, kita tak saling bertatap, tak saling lagi menyapa. Mungkin karena memang kita bukanlah teman dekat. Kamu datang sebagai orang asing yang tak pernah kukira dan kau pergi kembali asing seperti yang kukira. Iya itulah kita, teman.

Dan saat kita bertemu kembali yang ada hanyalah kekakuan. Kekakuan yang tak kumengerti dan tak terhindarkan. Banyak kata ingin terucap, tapi, berakhir dengan kesunyian. kesunyian yang kita ciptakan di tengah rintik hujan. Aku pun memilih untuk diam, hingga kamu memulai percakapan ringan.

Terima kasih karena pernah singgah dalam cerita hidupku. Mewarnai kisah-kisah yang tak terkenang ini. Semoga di pertemuan selanjutnya kita bisa menjadi teman yang lebih baik dan lebih dekat.



Selasa, 02 Juni 2015

Persimpangan

Hidup. Iya, benar adanya saat ini kau hidup. Kau hidup di dunia yang tak pernah kau tahu waktu berakhirnya. Iya, benar, benar adanya kau akan hidup di dunia lain yang sudah Dia janjikan untukmu. Persimpangan. Persimpangan ini baik, menurut logika mereka. Apapun yang akan dipilih daripada persimpangan itu hasilnya akan baik. 

Persimpangan ini semakin terasa saat sahabat - sahabatmu sudah memiliki jalannya masing-masing. Persimpangan yang dahulu sangat mudah baginya untuk dijalani saat dia masih memakai seragam putih abu-abu. Apakah terlalu lama dia merasakan kenyamanan di persimpangan itu? 

Dunia dan Akhirat adalah dua hal yang dicobanya untuk mengimbangi. Tak ingin ada timbangan berat salah satunya. Tidak ingin hanya mengejar kehidupan dunia atau akhirat saja. Jiwanya ingin berjalan bersama keduanya. Tidak ingin memilih. Jangan dipaksa untuk memilih. Jiwa itu bukan robot yang tak berperasaan. Persimpangan ini terasa begitu berat saat dijalani sendiri. 

Seorang pemimpi besar yang berjalan di atas padang pasir. Tak tahu arah kemana menuju. Yang dia tahu hanyalah kehidupan ini dan Tuhannya. Berusaha mewujudukan impian-impian masa kecilnya di kehidupan ini dengan tetap bersama sang penciptanya. Tetapi, itu semakin sulit dan berat baginya. Hilang kepercayaan terhadap sahabat, dan rendah diri terhadap dirinya sendiri. Dia berada di persimpangan. Dia ingin pula menjadi kekasih Tuhannya, tapi dia juga ingin mewujudkan impian-impian besarnya. Dia memiliki kedua sahabat itu. Sahabat yang ingin menjadi kekasih Tuhannya dan sahabat yang ingin mewujudkan impian-impian besarnya. 

Dia rindu dengan sahabat-sahabatnya yang dahulu. Yang bersemangat untuk keduanya. Yang selalu mengingatkan untuk keduanya. Yang berjalan bersama untuk keduanya. Dia merindukan sosok yang bisa diajak untuk berdiskusi soal keduanya. Tapi, semua itu tak nyata, semua itu tak ada. Sekarang hanyalah tinggal kenangan. Sekarang aku mengerti, kenapa lagu-lagu yang bertemakan keangan masa lalu selalu bernada sendu, sedih dan menangis. Ketika semua hal baik yang dikerjakan bersama-sama itu berlalu dan tinggalah menjadi sebuah memori dalam ingatanmu sendiri, bukan ingatan mereka yang kau ingat, memang sangat menyakitkan dan mendidihkan hati.

Inilah saatnya pemimpi itu berjalan sendiri di atas kakinya. Tanpa kawan - kawannya seperti dahulu. Sekarang dia sendiri yang harus membawa mimpi besar mereka. Dia sedang mengumpulkan kepercayaan dirinya yang memudar, kembali fokus pada apa yang dia putuskan sebagai mimpi besarnya itu.  Persimpangan yang melemahkannya, sekarang dia mencoba keluar perlahan darinya, dia mulai mengerti apa yang perlu dan tak perlu dia lakukan. 

Semoga Tuhan memeluk mimpi-mimpinya dan segera menurunkan mimpi itu kepadanya.




Sabtu, 25 April 2015

Kata dan Doa

Setiap kata terucap adalah doa
Malam adalah tempat aku mengucap kata
Kata demi kata yang tak kurangkai indah
Yang tak mungkin kukatakan padamu meski hanya satu kata
Hingga kau jadikan aku halal bagimu

Hanya kepada-Nya aku berucap
Tapi mengucap untaian kata itu kepada-Nya 
Sungguh menguras emosi yang tak pernah terkatakan
Menguras air mata yang tak pernah jatuh bulirannya

Setiap kata terucap adalah doa
Malam gelap berkawan sunyi dan berselimutkan hawa dingin 
Kupanjatkan doaku pada-Nya tentangmu
Calon Imamku

Pahami Rasa

Sulit menjelaskan rasa yang tak dirasakan orang lain. Apalagi untuk memahamkan mereka terhadap perasaan kita. Memang mudah untuk mengatakan segala teori tentang pengendalian rasa ataupun mengatur rasa itu sendiri. Tapi, pernahkah kalian berpikir? Saat kalian mengatakan itu, apakah kalian juga akan melakukan hal yang sama seperti yang kalian katakan? Sedangkan, tak ada jaminan untuk kita bisa mengingat semua apa yang telah kita kerjakan apalagi segala sesuatu yang kita katakan.

Perlu berhati-hati saat mengeluarkan nasihat, jika memang itu benar sampaikanlah dengan perlahan dan menunggu waktu yang tepat. Ada kalanya, manusia memang membutuhkan waktu untuk berpikir dan merenung. Tanpa kita sadari, nasihat itu justru bukannya masuk ke dalam logika pikiran tapi hanya dianggap sebagai angin lalu. Hingga akhirnya, orang yang dinasihati pun merasa benar - benar sendiri, haru sendiri, dan semakin menarik diri, sebab dia berpikir bahwa tak akan ada yang mengerti perasaannya, bagaimana mudahnya hatinya tersakiti, menangis sendiri, hingga akhirnya dia menyalahkan dirinya sendiri. Semua yang terjadi pada dirinya adalah kesalahannya sendiri sebagai pelarian karena tak ingin menyalahkan manusia lain.

Hal - hal kecil yang dianggap biasa dan remeh oleh orang kebanyakan, ternyata menjadi bom waktu untuk orang lain yang siap meledak kapanpun pemicunya dilepas. Jadi, hati - hatilah dengan perasaan orang lain. Apalagi, perasaan seorang wanita yang memang perasaannya jauh lebih dominan daripada logika berpikirnya. Mereka bertahan hidup karena perasaan mereka. Mempertahankan rasa bahaga, menepis rasa sedih dan kecewa, mengubah rasa pahit menjadi madu. Hatinya mengolah berbagai perasaan. Dimana dia sendiri tidak mengerti sampai kapan hatinya dapat bertahan. 

Rasa yang datang pada hati memang sulit untuk ditebak, campur-campur melebihi es campur. Dia selalu berusaha untuk mengolah hatinya, akan tetapi orang tak perlu tahu akan hal itu. Dan manusia lain tak berhak menyalahkannya, sebab dia tidak pernah tahu hal appa saja yang telah dia alami dan rasakan selama hidupnya. Kejadian apa saja yang telah mengantarnya pada titik saat ini dimana dia bertemu kalian.

Jumat, 24 April 2015

Apa Kita Benar - Benar Percaya?

Dalam masa yang tak pernah kita tahu awal dan akhirnya
Akhir yang tak tak kita tahu akan seperti apa
Bahagia atau tersiksa
Kehidupan kedua yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
Menangis ataukah Tertawa?
Tak ada jaminan untuk kita
Tak ada yang bisa menolong kita, kecuali Dia

Tapi, kita tak pernah benar-benar percaya Dia
Apa yang dia katakan dalam kitab-Nya
Apa yang dia perintahkan lewat Rasul-Nya
Apa yang dia tunjukkan dengan kuasa-Nya
Siang dan Malam
Kita belum benar-benar percaya

Jika kita percaya, kenapa kita tak mengikuti apa yang dikatakan-Nya?
Jika kita percaya, kenapa kita mematuhi perintah-Nya?
Dan jika kita ppercaya, kenapa kita tak pernah mengakui kekuasaan-Nya?

#RefleksiKehidupan_MuasabahSubuh

Rabu, 22 April 2015

"Time will answer every your heart question"


 Hari demi hari telah berganti, waktu akan terus berjalan tanpa henti. Dialah yang akan menjawab segala sesuatunya nanti. Manusia tak hanya memiliki akal untuk berpikir, tetapi ada sebuah hati untuk merasakan. Kebahagiaan yang hakiki sesungguhnya berasal dari hati. Kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian di dalam hati akan sangat mempengaruhi kebahagiaan hidup.

Sikap saling memaafkan dengan setulus hati akan selalu dinanti. Pernyataan dari seseorang yang kita sayangi, peduli dan kasihi dalam hidup kita, bahwa mereka tidak marah atau membenci kita adalah hal terindah untuk hati. Kelegaan yang tak terkira, ruang yang sempt itu pun menjadi bertambah lebar dan luas. Mungkin, bukan mereka membencimu atau marah terhadapmu. Mereka hanya kecewa denganmu karena terlalu sayang terhadapmu. Dan dengan jiwa besar, mereka memaafkanmu. Berterimakasihlah kepada mereka, karenanya hatimu kini bertambah luas dan lapang.

Mencoba menghargai segala sesuatu yang terjadi pada setiap detik kehidupan ini. Kebahagiaan yang abadi berada di dalam hati, kemanapun kita pergi meskipun berada di tempat tertinggi sekaligus tidak akan bisa mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, kecuali, jika di dalam hati mereka penuh kelapangan untuk memaaafkan.

"Time will answer every your heart question. You just need to be more patient and pray"

Jumat, 17 April 2015

Cinta Dalam Hati

Allah, diri ini begitu kotor
banyak maksiat yang telah anggota tubuh ini lakukan
banyak sekali pikiran dan niattan jahat yang terlintas
banyak perilaku yang menyakiti
banyak kata yang menusuk hati
Apakah diri ini masih berkesempatan untuk melihat wajah-Mu?

Allah, tak ada amal yang diri ini miliki
amal yang tak diyakini bisa mengantar diri ini untuk bertemu dengan-Mu
satu hal yang selalu hamba pikirkan
hamba tidak ingin meninggalkan dunia ini dengan sendiri
jika hamba kembali pada-Mu saat ini, adaka mereka yang mengenal hamba akan hadir di tempat peristirahatan terakhir hamba dan mendoakan hamba?
 karena hamba tak pernah benar-benar ada di hati mereka

Hati ini tak kuasa menerima kenyataan hidup, Ya Allah
kenyataan bahwa tak ada seorangpun yang peduli tentangnya
kenyataan kehilangan orang-orang yang selalu dia sayangi
kenyataan bahwa manusia cepat atau lambat akan berubah
kenyataan bahwa kenyataan yang menyakitkan itu sedang terjadi

Saat kakak yang paling kamu hormati dan hargai tiada penah lagi menyapa
tiada salam sapa soal kabar
tiada lagi cerita-cerita suka dan duka
semua mulai terasa asing
perlahan menjauh dan pasti

Saat teman-teman yang sudah kamu anggap seperti saudaramu pun perlahan meninggalkanmu
semua kenangan indah di masa lalu tak mampu untuk menarik mereka kembali
apa yang bisa diri ini lakukan dengan semua itu
mereka yang selalu mengerti, yang selalu menemani
tak satupun kabar terdengar
karena diri ini tak pernah benar-benar ada di hati mereka
diri ini tak pernah nyata, mungkin diri ini hanyalah mimpi belaka

Allah, diri ini berharap dan berdoa
saat tiba ajalnya nanti, sebelum itu terjadi
biarkanlah diri ini bertemu dan kembali berkumpul bersama mereka yang tersayang
diamnya bibir ini bukan berarti melupakan,
tapi, diri ini selalu berdoa yang terbaik

Maaf yang tulus akan membantu diri ini kembali mendapatkan kebersihan hati dan jiwa
satu-satunya modal yang diandalkan untuk bertemu wajah-Nya

Sabtu, 21 Februari 2015

Bertemu untuk Berpisah


Hari ini matahari telah tenggelam. Sinarnya yang selalu menyilaukan hingga kehangatan yang ditebarkan. Entah kapan dia akan kembali muncul dan bersinar kembali. Dia telah kehilangan segala kebahagiaan yang dahulu dia miliki. Kebersamaan dengan sahabat - sahabatnya bulan, bintang, planet, dan asteroid serta penduduk langit lainnya telah lama tak ia rasakan kembali. Hingga saat ini, dengan pemikirannya yang menganggap semua yang dia kenal tulus, dia justru terjebak dalam kekecewaan yang tak terselesaikan.

Andai kalian tahu, matahari itu sudah kehilangan kepercayaan dirinya. Untuk bertatapan dengan sahabat-sahabatnya dia tak mampu. Keceriaan dan kehangatan yang selalu menyelimuti dirinya dahulu telah hilang perlahan.Dia berusaha keluar, dia berusaha untuk bangkit, akan tetapi semua yang dahulu dia kenal seakan berubah menjadi musuh yang siap untuk mendorongnya dalam jurang gelap. Apa yang bisa dia lakukan?

Dia yang dahulu senang tersenyum, sekarang lebih banyak murung dan memalingkan wajah. Dia telah kehilangan teman bicaranya, teman berdiskusi, bertukar pikiran, perlahan. Dia sangat menyadari bahwa dia mulai kehilangan mereka lagi. Tapi, Matahari bukanlah Tuhan yang bisa mengikat hati hamba-Nya untuk tetap setia dan loyal hingga akhir hayatnya. Matahari tak bisa mengubah hati. Apa yang bisa dia lakukan selain menunggu mereka datang kembali atau datangnya pengganti. Iya, pengganti yang silih berganti. Yang membuat matahari semakin lama, semakin membenci keadaan ini.

Matahari selalu menyalahkan dirinya sendiri atas keadaannya. Dia tak ingin menyakiti temannya atau sahabatnya, itulah mengapa dia menjauhi mereka. Dia tidak menyukai kepura-puraan. Dia tersadar dari mimpi semunya, bahwa sekarang dia telah bangun dan menyadari semua kepalsuan yang dunia tawarkan. Kepedulian yang dahulu, semua itu adalah kepalsuan yang dikarenakan kebutuhan. Dia terjebak dalam suasana yang bukan untuknya. Apa yang bisa dilakukannya? Dia selalu sesak, setiap melihat mereka. Dia tak ingin menjauh, tapi, baginya itulah pilihan yang terbaik. Agar tidak saling menyakiti. Dia tak ingin menyakiti atau tersakiti, dia selalu diam dengan perlakuan orang lain terhadapnya dan mereka tak pernah tahu apa yang dirasakan oleh Matahari saat itu. Iya Matahari bukanlah Tuhan, dia tak dapat menghentikan segala kejadian yang menimpa dirinya. Apalagi yang bisa dia lakukan selain menerima dan diam.

Matahari sudah mengerti, ini bukanlah yang terbaik untuknya, ini adalah jalan yang harus dilaluinya. Dan dia selalu siap untuk kembali ditinggalkan oleh teman-teman barunya di Galaksi lain.


"Tak akan pernah mengerti seseorang terhadap perasaan orang lain, Mereka yang mengatakan,'Aku mengerti bagaimana perasaanmu', Mereka semua pembohong. Karena sejatinya mereka tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti"