Mengenai Saya

I'm cheerful, I don't like somebody else pushes me to do something that I don't like. somebody else who force their desire to me. come on everyone was created as unique human and different each other. Make beautiful diversity.

Sabtu, 21 Desember 2013

Oh Malaikatku
Senyummu penuh ketulusan
Senyum yang selama 12 tahun ini selalu mengantarku untuk menuntut ilmu
Senyum yang menyemangati pagiku
Senyum yang sekarang tak mudah untuk kudapatkan lagi
Senyuman itu aku rindu,
Belaian tangan kasarmu tetap halus di kepalaku
tetap lembut kusentuh tiap waktu
Pipi yang mulai cekung selalu aku cium tiap pagi
serta pelukan dan dekapan penuh arti,seakan hilang sudah semua bebanku setiap aku dipelukanmu
Oh Malaikatku,
Kau adalah Malaikat terbaik yang Allah berikan untukku
yang selalu mengkhawatirkan keadaanku
yang selalu memaafkan saat aku mengecewakanmu
yang selalu mendukungku meski kau tak setuju
yang selalu memberikan yang terbaik untukku
mengajarkanku akan hidup 
Oh ibu, 
mungkin engkau bukanlah siapa-siapa bagi mereka
tapi bagiku engkau adalah segalanya
apapun yang aku lakukakn untukmu tak akan pernah cukup membayar segala pengorbananmu untuk diriku
Ibu, Aku mencintaimu karena Allah
Saat Aku masih di dunia penuh kedamaian
Saat Aku Kecil

Saat aku beranjak dewasa

Rabu, 18 September 2013

GET CLOSER


Dalam hidup ini, tidak semuanya apa yang kita butuhkan dan kita inginkan langsung datang menghampiri kita. Dibutuhkan usaha, kerja keras dan doa yang sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Tidak butuh banyak kata ataupu aksara, hanya diperlukan satu gerakan nyata untuk memulainya, yaitu mendekati apa yang ingin kau dekati. Teruslah mendekat hingga kamu semakin dekat, dekati lagi hinggak tiada jarak yang memisahkan. Kita tidak pernah mendapatkan apa yang kita inginkan karena kita tidak pernah mendekatinya, justru sebaliknya, kita selalu menjauhinya, hingga jauhlah kita dengannya. Bahkan sejauh mata memandang. 

Aku menyadari, kenapa aku belum mendapatkan apa yang kuinginkan. Karena aku tidak pernah mendekatinya, karena hatiku yang terlalu pengecut, hingga mencoba untuk mendekatinya saja aku tak memiliki keberanian. Sesal yang hingga sekarang masih sangat terasa. 

Waktu yang entah sampai kapan tersisa? sampai kapan Malaikat Izroil baik untuk memberi kesempatan untuk lainnya dan lainnya? Selalu mendekati apa yang inging kau dekati. Dengan segala daya upaya yang kau miliki, meski peluh keringat selalu menetes. Sempitnya waktu selalu memburu. Pasti kamu bisa jika kamu mau. 

Man Jadda Wa Jada

Selasa, 27 Agustus 2013


Aku hanyalah sebatang tanaman
Aku bisa terluka jika mata pisau mengenai tubuhku
Tiada obat yang bisa membantuku
Hanya satu yang dapat menolongku
Obat dari dalam diriku

Aku hanyalah sebuah balon
Yang akan terus mengembang bila diriku penuh napas kehidupan
Namun, dengan mudahnya aku akan meletus
Jika ujung jarum runcing mengenaiku
Lem semahal dan sebaik apapun
Tak akan mampu menyatukan kembali diriku yang terbelah

Inilah aku yang sedang memberontak pada kehidupan
Aku yang sedang memahami arti hidup
Mencoba merangkai menyusun sebuah kalimat
Hanya untuk menjawab satu kata Tanya
“Mengapa?”


by : Surya D.P

Tahu Diri


Aku adalah aku
Kamu adalah kamu
Aku bukanlah kamu
Kamu bukanlah aku

Hargaiku seperti kau ingin kuhargai
Hargaimu seperti kau menghargaiku

Pahami diri pribadi 
Jadi Insani yang berbudi

Jumat, 28 Juni 2013

Engkau yang Disini



“Hei... kalian yang ada disana, apa yang kalian lakukan disana? Cepatlah kesini!!!” Aku membutuhkan energi jasmani, rohani, akal dan pikiranmu. Dan yang paling penting adalah hatimu untukku disini. Dalam imajinasi dan khayalku aku berpikir, mungkinkah ini teriakan negeriku kepada mereka-mereka yang tak kunjung kembali ke bumi Indonesia?
Jika memang ini adalah jeritannya, maka aku adalah orang yang paling kecewa. Karena aku yang sudah hampir 19 tahun lebih hidup, tinggal, menggantungkan makan, dan minum di negeri ini merasa tidak berguna apa-apa di negeri sendiri. Aku tidak bisa bermanfaat untuk negeriku sendiri yang telah memberikan banyak hal untukku. Aku adalah orang yang paling malu karena teriakannya ini. Sejak aku masih di bangku taman kanak-kanak hingga sekarang aku sedang menempuh bangku kuliah, aku merasa sangat bersalah dengan hal ini. Bertahun-tahun biaya pendidikanku diberikan dari subsidi rakyat Indonesia, dengan tujuan membawa Indonesia menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih makmur tentunya. Akan tetapi, aku belum bisa memberikan apa-apa untuk negeri yang selalu memberikan segala yang aku butuhkan. 
Aku tahu banyak sekali kecacatan yang ada di negeri ini, tetapi inilah negeri kami, tumpah darah kami, tanah air kami yang akan selalu berada dalam relung hati kami. Aku bangga dengan negeriku ini, karena kami negeri yang berbeda. Kami bisa hidup dari laut darat, kami memiliki pandangan hidup, yaitu pancasila yang berasal dari kepribdian bangsa kami sendiri. Aku bangga dengan negeriku, jika ada negara yang menyebut negaranya sebagai My Mother Land and My Father Land, tetapi hanya satu di dunia ini yang menyebut negerinya dengan sebutan “Tanah Airku”. 
Hei, para penuntut ilmu, aktivis organisasi dengarlah seruan negerimu ini. Negerimu memberikan pendidikan yang nyaman kepadamu bukan hanya untuk kau belajar tanpa mengamalkan, bukan hanya sibuk organisasi, rapat kesana-kemari melupakan belajar. Tetapi, negerimu ingin perbedaan, tidak hanya perubahan. Perbedaan yang lebih nyata menuju arah kebaikan,kesejahteraan rakyat,kemakmuran, keadilan,kesatuan, keanekaragaman, dan masih banyak lagi. Sungguh malu diriku pada negeri ini, aku hanya menuntut dan meminta tanpa memberi. Aku malu, karena apa yang telah aku dapat selama lebih kurang 19 tahun ini masih belum dapat aku terapkan. 
Semua itu ada ilmunya. Menuntut ilmu itu tidaklah mudah, butuh perjuangan keras untuk mendapatkan manisnya ilmu. Itulah mengapa Allah meninggikan beberapa derajat lebih tinggi kepada orang-orang yang berilmu. Generasi muda, mari bangkit bersama, think big about this country, think big for it’s future, so we can feel how much we are needed. 
Kita yang masih di negeri ini sudah sepantasnya menjaga , mengelola apa yang ada di dalamnya bukan orang luar yang tidak jelas darimana. Dan kita tidak bisa menunggu, mereka-mereka yang terlanjur pergi dari negeri ini memilih negeri yang lebih baik di matanya. Perbaedaan untuk kebaikan tidak bisa menunggu, sebagaimana seseorang yang sedang sakit parah harus segera mungkin dioperasi dan tidak bisa menunggu. Kita yang disini, mari buat satu langkah kebaikan untuk negeri ini lebih baik. 
Semua orang yang ada di negeri ini lebih berhak untuk menata Indonesia.

Senin, 18 Februari 2013

Bumi Ini Bagai SeTitik Debu

Bumi Ini Bagai SeTitik Debu


Bumi ini bagai setitik debu, membaca kata-kata ini pada salah satu jejaring sosial membuatku berpikir betapa sangat kecilnya manusia di alam semesta ini. Kalau Bumi yang menjadi tempat manusia tinggal, menjadi satu-satunya rumah manusia hingga sekarang saja seperti debu, lalu bagaimana dengan manusianya? Berapa pula ukuran debu itu? Debu saja tidak terlihat kasat mata, lalu bagaimana dengan materi yang ada di dalamnya? apakah bisa terlihat? Tentu Tidak kecuali sang Pencipta.



Meskipun sudah seperti itu, tetap saja yang namanya manusia belum juga menyadari kesombongan mereka selama hidup di dunia. Seolah-olah mereka lupa aka jati diri mereka sebagai khalifah di muka bumi ini. yang dipercaya menjaga, merawat, dan memperbaik kerusakan masa lalu justru membuat kerusakan yang lebih parah dari orang-orang masa dahulu. Apakah benar generasi penerus masa yang akan datang harus selalu mengalami degradasi baik moral maupun akal?

Akal dan pikiran yang membuat manusia lebih tinggi dan sempurna dari makhluk lain. Hanya karena nafsu sesaat bisa menghancurkan segala yang dibangun oleh akal dan pikiran kita. Nafsu untuk selalu berusaha lebih "WOW" dari orang lain membuat manusia menjadi manusia rakus, tamak, dan sombong rata-rata. bagaimanapun juga, ini bukan kehidupan abadi, buat apa melakkan hal-hal tidak berguna macam orang bodoh saja? kita sebagai manusia biasa saja sudah tak terlihat apalagi manusia luar biasa tingkat rendah? semakin segera menghilanglah kita dari kehidupan ini.

Tidak seharusnya kita berlaku sombong, karena kita bukan apa-apa. Kita tidak lain dan tidak bukan lebih kecil dari pada debu. Lebih tidak berarti. Lalu apa yang bisa kita sombongkan? Memamerkan kelebihan yang dimiliki hanya akan membuat diri mereka menjadi orang yang tak berharga, karena tak ada yang mau menghargai kelebihan yanga dia miliki jika dia tidak berkoar, lalu menganggap yang lain rendah. 

Rabu, 06 Februari 2013


WE WALK TOGETHER

Indonesia adalah negara maritim dan agraris, yang saat ini setelah lebih dari  60 tahun kemerdekaannya masih menjadi negara berkembang dan terus merangkak belum berjalan untuk keluar dari yang namanya jerat kemiskinan. Untuk keluar dari lingkaran kemiskinan yang hingga saat ini masih banyak dialami penduduk Indonesia, maka dibutuhkan banyak sekali terobosan baru dan pelatihan-pelatihan untuk melatih kemandirian penduduk.Yang terpenting adalah bagaimana mengubah cara pandang dan berpikir penduduk Indonesia itu sendiri. Mengubah pemikiran mereka dari bagaimana mencari pekerjaan diganti dengan bagaimana caranya membuat lapangan pekerjaan. Pertambahan penduduk yang terjadi saat ini kurang efektif jika hanya berusaha menarik investor untuk membuka lapangan pekerjaan di Indonesia agar dapat menyerap tenaga kerja dari Indonesia. Karena jumlah penduduknya yang terlalu banyak, yang ada justru akan menimbulkan masalah baru terutama masalah lingkungan. Sebab investor asing melihat Indonesia sebagai ladang penghasil kekayaan alam. Maka habislah kekayaan alam Indonesia dikuras habis oleh pihak asing dan penduduk Indonesia tidak kaya-kaya, padahal mereka adalah pemilik kekayaan sebenarnya.

Memberikan pelatihan-pelatihan atau pun bekal kepada semua warga negara suatu keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misal, pelatihan menjahit, membuat kerajinan tangan, pelatihan menjadi wirausaha, dan masih banyak lagi. Dimana kualitas dari hasil karya anak negeri tersebut tidak kalah dengan kualitas dari barang-barang di luar negeri. Sehingga, Indonesia juga dikenal sebagai negara pengekspor barang berkualitas. Ada masalah lagi dengan orang Indonesia, mereka senang mengoleksi barang-barang buatan luar negeri padahal barang buatan dalam negeri lebih bagus. Ini juga yang harus dipikirkan, yang dari tingkat atas seperti pejabat tinggi negara memberikan contoh NYATA menggunakan produk dalam negeri bukan justru membanggakan produk negeri orang. Yang kemudian diwajibkan kepada semua instansi pemerintahan, sehingga bisa diikuti oleh semua penduduk. 

Selain itu, dibutuhkan pula pemikir dan pelaksana perencana beberapa tahun yang akan datang dan pembangunan.Semua bidang disiplin ilmu dibutuhkan, karena tidak ada disiplin ilmu yang dapat bekerja sendiri. Kerjasama antar bidang disiplin ilmu inilah yang harusnya dilakukan oleh setiap instansi atau lembaga yang ingin membangun suatu negara. Koordinasi sangatlah dibutuhkan, sehingga bisa membuat suatu kebijakan yang melihat dari berbagai sudut pandang tidak hanya terpaku pada satu sudut pandang yang biasanya bisa menyelesaikan satu masalah tetapi menimbulkan masalah baru yang tak kalah hebat. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama untuk saling bertukar pikiran antar ahli. 

Negeri ini memiliki banyak sekali orang pintar di bidangnya, tetapi sepintar apapun mereka, mereka tidak dapat bekerja sendiri menyelesaikan permasalahan Indonesia.